Snow

Selasa, 01 Maret 2016

SHARING: Bekal menuju akhirat.

Nasehat Abu Dzar Al Ghiffari, salah seorang sahabat terbaik Rasulullah SAW tentang pentingnya berbekal diri.
 
Dihadapan orang2, Abu Dzar Al Ghiffari ra berkata,"Perjalanan menuju Hari Kiamat adalah perjalanan terjauh. Maka, ambillah perbekalan yang berguna untuk perjalanan kalian."
 
Seseorang bertanya,"Apa perbekalan yang berguna bagi kami?"
 
Abu Dzar menjawab,"1. Berhajilah untuk menghadapi perkara yang amat besar (Kiamat). 2. Berpuasalah di hari yang sangat panas demi menghadapi Hari Kebangkitan. 3. Shalatlah 2 rakaat di kegelapan malam untuk menghadapi kejamnya alam kubur. 4. Ucapkanlah kata2 yang baik. 5. Tinggalkanlah kata2 buruk untuk menyongsong hari yang besar. 6. Bersedekahlah dengan harta kalian. Semoga dengan itu kelak kalian bisa selamat pada saat yang sulit. 
 
Jadikanlah dunia ini menjadi 2 majlis. Satu majlis untuk akhirat dan majlis yang lain untuk mencari rizki yang halal. Adapun selain kedua majlis itu sangatlah berbahaya dan tidak berguna bagimu. Janganlah engkau menginginkannya. 
 
Jadikanlah harta itu 2 hal. Satu dirham untuk dibelanjakan anak istrimu dg cara halal dan satu dirham lain untuk akhiratmu. Adapun selain itu berbahaya dan tidak berguna bagimu, maka janganlah kalian menginginkannya."
 
Lalu Abi Dzar berkata,"Wahai Manusia, sungguh kalian dibinasakan oleh ketamakan yang tidak pernah kalian puas selama2nya."(Abu Nu'aim Al Ashbahani)
 
Semoga bermanfaat. Mudah2an kita menjadi umat yang pandai memprioritaskan Akhirat dan bukan Dunia. Amin 🌺

*Ummi Ghazaa

SHARING: Sakit sebagai penggugur dosa.


Rasulullah bersabda,"Ketika seseorang ditimpa penderitaan (sakit), Allah mengutus 2 malaikat kepadanya. Dia berfirman,'Dengarkanlah apa kata hambaKu ketika ditengok orang2.' Jika dia mengucapkan Alhamdulilah, maka Allah berfirman kepada dua malaikat tersebut,'Sampaikanlah kepadanya, jika Aku mematikannya karena penyakitnya, maka dia pasti masuk surga, dan jika Aku sembuhkan, maka pasti daging dan darahnya akan Aku ganti dengan yang lebih baik dari asalnya, serta Aku jadikan penderitaan (penyakitnya) sebagai penebus dosa2nya."

Betapa luar biasanya kasih sayang Allah kepada hambaNya. Betapa mudahnya Ia memberikan anugerahNya. Asal kita memang ridho akan segal keputusan Allah, tidak mengeluh, tidaj berputus asa dan selalu berkhusnudzon kepadaNya. 

Selain menjadi penggugur dosa, sakit juga bisa menjadi sarana tafakur kita. Mungkin dengan sakit, kita terhindar dari melakukan keburukan, yang bisa saja kita lakukan ketika kita sehat. Dan kita akan semakin mensyukuri makna sehat itu sendiri. Sakit kita pun bisa menjadi ladang rizki untuk para petugas kesehatan, dan menjadi ladang pahala mereka apabila mereka ikhlas. Dan untuk kita bisa menjadi ladang pahala karena kita sudah berikhtiar. Soal sembuhnya, kita pasrahkan sama Allah saja. Sang Penggenggam Jiwa.

Mohon doanya untuk saya yang sedang kurang sehat dan doa untuk semua orang2 yang sedang diuji sakit 😊
 
Mudah2an kita semua mendapatkan RahmatNya.
Amin 🌺

*Ummi Ghazaa

SHARING: Tinggalkanlah keragu2an.


Ali bin Abi Thalib mengatakan,"Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan dirimu dan lakukanlah sesuatu yang tidak membuatmu ragu."

Ketika kita akan melakukan suatu hal, kita musti bertanya pada hati kita dulu. Mengapa? Karena pada fitrahnya, Allah membuat hati kita tak bisa berbohong. Ia pasti akan mengatakan yang sebenarnya. Bahwa ketika kita berbuat kebaikan maka hati akan support dan tenang, namun sebaliknya, jika kita melakukan kemaksiatan sekecil apapun itu, pasti ia akan menjadi gelisah, tidak tenang, dan memberontak. Maka dari itu, Allah menjadikan hati nurani sebagai radar baik buruknya sebuah perbuatan.

Mengapa harus hati? Karena. Pada suatu ketika, seseorang bisa saja menganggap sebuah kebaikan itu hal yang buruk, jika dilakukan oleh orang lain yang tidak disukai. Orang yang dilanda perasaan benci akan sulit objektif dalam bersikap. Maka dari itu, jika ukuran kebaikan disandarkan pada pendapat manusia, sifatnya akan sangat relatif. Dengan alasan inilah, Rasulullah SAW memberikan barometer yang tidak bisa dibohongi dalam kondisi apapun, yaitu hati. Sehingha beliau berkata,"Tanyalah hatimu!".

Semoga bermanfaat 🌸

*Ummi Ghazaa

SHARING: Amal seseorang tergantung niatnya.


Niat untuk melakukan sesuatu itu penting sekali. Karena Allah hanya akan melihat niat kita itu. Ikhlas atau tidak. Walopun kita berbuat amalan yang sangat besar kalo hati tidak ikhlas, maka itu akan percuma. Begitu pula sebaliknya. Jika kita melakukan amalan yang kecil, namun itu ikhlas dari hati kita yang paling dalam karena Allah, maka nilai pahalanya sangat besar di hadapan Allah azza wa jalla.

Jadi setiap kita ingin melakukan sesuatu, tanyalah hati kita. Tanya sampai benar2 mantap bahwa apapun yang kita lakukan karena Allah. Bukan karena tidak enak dengan orang lain atau bahkan karena keduniawian. Kalau memang belum ikhlas, ya terus kita berusaha hingga kita bisa memantabkan hati untuk kemudian ikhlas benar2 karena Allah SWT.

Ada tingkatan niat yang patut kita perhatikan:
1. Niat akan membedakan antara ibadah dan adat kebiasaan. Contohnya ketika mandi, jika niatnya hanya untuk mencari kesegaran, maka hadas besarnya tidak hilang karena tidak diniatkan untuk itu.
2. Niat akan membedakan ibadah yang satu dengan yang lainnya. Misalnya niat untuk ibadah wajib, sunnah ataupun nadzar.
3. Niat akan membedakan mana amal yang dilakukan benar2 karena Allah atau sekedar untuk mencari simpati keduniawian. 

Semoga bermanfaat πŸ™

*Ummi Ghazaa

SHARING: Cara mendapatkan manisnya iman.


Cara mendapatkan manisnya Iman:
1. Menjaga sholat.
Sesungguhnya Sholat adalah tempat istirahatnya seorang mukmin. Rasulullah SAW berdabda,"Dijadikan indahnya pandangan mataku dalam shalat" ... Maka, "Istirahatkan kami dengan shalat wahai Bilal."

2. Memperpanjang sujud.
Sujud adalah posisi terdekat antara hamba dan Allah. "Sujudlah dan mendekatlah,"(QS 'Alaq:19). Rasulullah bersabda,"Posisi terdekat seorang hamba dengan Rabb nya adalah ketika dia bersujud."

3. Shalat malam, beristighfar pada saat sahur dan menangis karena Allah. Rasulullah SAW berwasiat,"Hendaklah kalian menjaga sholat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang shaleh sebelum kalian dan hal yg akan mendekatkan diri kalian kepada Rabb."

4. Berdzikir mengingat Allah dan tilawah Al Qur'an. Sesungguhnya, Al Qur'an itu,"... sebagai obat apa yang ada di alam hati,"(QS Yunus:57). Dan,"Ketahuilah, dengan berdzikir mengingat Allah, hati menjadi tenang."(QS Ra'du:28)

Manisnya iman akan terasa saat ada kesempatan bermaksiat di depan mata namun kita sangat takut untuk melakukannya. Takut karena Allah Maha Menyaksikan setiap detail gerak-gerik manusia. Maka pantaslah kita bersyukur jika kita merasaka nikmat beriman dan terus berdoa agar keimanan kita senantiasa ditambah oleh Allah.
🌸🌸🌸

*Ummi Ghazaa

SHARING: 2 Jaminan keamanan dari Allah.


Seorang suami seringkali merasa tenang karena sudah ada pekerjaan yang tetap. Istri merasa tenang juga karena setiap bulan diberikan uang belanja bulanan oleh suami. Pejabat merasa terlindungi karena dijaga oleh bodyguard2nya. Dan mungkin kita merasa aman karena di kantong kita ada uang saku, di rekening ada uang, jika tidak punya uang ada orang2 yang bisa diandalkan untuk membantu. Pokoknya jika kita kesusahan pasti akan ada orang2 yang akan memberikan kita solusinya. Padahal sebagai mukmin kita seharusnya percaya bahwa satu2nya yang bisa memberikan solusi atas hal2 yang terjadi dalam hidup kita hanya Allah SWT. Kita sebetulnya tidak boleh menyandarkan apapun kecuali pada Allah, karena Dia lah pencipta kita, pemberi jaminan atas kehidupan kita, sumber solusi dari semua permasalahan kita, penentu takdir terbaik kita.

Jika kita kehilangan semuanya, tak usah resah dan gelisah, tak usah risau dan galau, selama ada Allah di hati kita, selama kita menggantungkan semuanya sama Allah, insya Allah semuanya akan baik2 saja.

Allah telah menjanjikan kepada kita jaminan keamanan yang tidak akan terusik oleh apapun jua kecuali dengan ijinNya. 

"Dan Allah sekali2 tidak akan mengazab mereka, sedangkan Engkau (wahai Muhammad) berada diantara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun (beristighfar)." (QS Al Anfal:33)

Yuk perbanyak shalawat dan berusaha mengamalkan semua sunnahnya. Dan jangan lupa banyak2 istighfar.
😊🌺

*Ummi Ghazaa

SHARING: Cemburu secukupnya saja.



Cemburu itu boleh2 saja. Siapa sih istri yang tidak pernah cemburu kepada suami. Begitu pula sebaliknya. Namun Islam melarang untuk berlebih2an dalam hal itu. Karena jika cemburu kepada pasangan sampai berlebih2an, maka yang ada hanya konflik berkepanjangan. Padahal sebetulnya kita bisa mengelola rasa cemburu tsb dengan sesuatu hal yg baik. 

Cemburu sewajarnya akan membuat pasangan sadar bahwa kita mencintai dia, tapi kalau cemburu berlebihan jatuhnya pada rasa possesive. Ketika pasangan melakukan ini itu pasti akan dicurigai. Kemudian pasangan akan merasa tidak nyaman. Jika sudah tidak nyaman dengan pasangannya pasti ia akan lari kepada sesuatu lain yang akan membuat dia nyaman. Jika larinya ke hal yang baik, Alhamdulilah. Kalo ga? Kan bahaya 😊
 
Oleh karena itu ... cemburuilah pasanganmu dengan batasan. Perasaan possesive yang ditujukan untuk pasangan justru akan membuat dia terkekang. Komunikasikan segala hal dengan pasanganmu agar tercipta keluarga yang dirahmati Allah. 

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih2an. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih2an."(QS Al A'raaf:31)
😊😊😊

*Ummi Ghazaa