Snow

Selasa, 01 Maret 2016

SHARING: Tidak boleh sembarangan mengkafirkan sesama muslim.

Akhir2 ini sering sekali saya menemukan postingan2 di sosmed yg sangat mengganggu menurut saya. Karena orang2 dengan begitu mudahnya membid'ahkan sesuatu tanpa mengkajinya lebih dalam. Betapa orang2 juga mengkafirkan seseorang yg notabene masih berstatus sebagai muslim.
 
Saya speechless sebetulnya menghadapi fenomena ini. Maka saya ingin mengajak sahabat semua untuk mari duduk bareng, kita ngaji bareng2, ngaji lebih dalam tentang banyak hal, ngaji tentang adab2 yg diajarkan Islam, dan stop menggunakan sosmed untuk mengkafirkan orang lain. 
 
“Dan melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya, dan menuduh seorang mukmin dengan kekafiran adalah sama dengan membunuhnya.” (HR Bukhari).
 
Mari kita saling menasehati dalam kebenaran dan kebaikan dg cara2 yg diajarkan Rasulullah. Bukankah kita tidak mau Rasulullah sedih melihat kita, umatnya, yg makin seterpuruk ini?
😭😭😭
 
*Ummi Ghazaa

SHARING: Sahabat Sejati.

Sahabatku ...
Jadilah engkau sahabat sejatiku,
Yg senantiasa menasehatiku dg kebaikan,
Yg rajin menegurku dg ketulusan,
Yg selalu mengajakku melangkahkan kaki ke tempat2 terbaik,
Yg selalu beriringan saling tersenyum menyambut pelangi di setiap lepas gerimis,
Yg memegang erat tanganku disaat badai,
Yg tak berhenti saling mengingatkan untuk terus berdzikir,
Yg rutin mengucap kalimat 'Allah' dalam suasana apapun,
Ahhh Sahabat ...
Aku tak pandai merangkai kata,
Aku hanya ingin mengajakmu saling mencintai karena Allah,
Itu sajaaa ...

Sahabat,
Mari saling berpegang erat,
Menguatkan azzam untuk berjihad di jalan Allah,
Jangan lepaskan genggaman ini,
Pun sampai Allah mengijinkan kita hingga meregang nyawa.

Punya sahabat? Atau justru trauma bersahabat? Jadi kesimpulannya, Sahabat yg baik adalah yg mencintaimu karena Allah dan yg menasehatimu dalam kebaikan, tentu menasehati dg cara2 yg santun yg diajarkan oleh Rasulullah. Jika ada orang yg mengaku sahabat tapi mendukungmu untuk berbuat kebathilan, berkacalah ... tanya pada hatimu,'Benarkah Ia Sahabat Sejatiku?'
πŸ˜ŠπŸ™πŸŒΊπŸ˜˜


*Ummi Ghazaa


SHARING: Menunda kebaikan.

Sesungguhnya waktu akan menghakimi orang yg menggunakannya. Ketika kita menyia2akan waktu, maka waktu akan membuat kita sia2. Ketika kita membuat waktu menjadi tidak berharga, maka kita tidak akan menjadi manusia yg berharga. Ketika kita memuliakan waktu, maka sang waktu akan menjadikan kita mulia.
Di dalam Al Qur'an disebutkan,orang yg rugi bukanlah orang yg kehilangan uang, jabatan atau penghargaan. Orang yg rugi adalah orang yg membuang2 kesempatan untuk beriman, beramal dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.(QS Al Ashr: 1-3)

Salah satu bentuk orang yg merugi adalah orang yg suka menunda2 kebaikan. Ibnu Atha'ilah menyebut ini sebagai tanda kebodohan,"Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yg lebih baik adalah tanda kebodohan yg memengaruhi jiwa."

Ada 3 penyebab orang suka menunda2 kebaikan:
1. Dia tertipu oleh dunia. Dia merasa ada hal lain yg jauh lebih berharga dari yg seharusnya dilakukan. "Tetapi kamu(orang2 kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal."(QS Al A'la:16-17)
2. Tertipu oleh kemalasan. Tidak ada obat paling manjur untuk mengobati rasa malas melainkan dg beramal.
3. Lemah niat dan tekad sehingga seseorang tidak bersungguh2 dalam beramal. Salah satunya dg terus menunda. 

Mari kita menghargai waktu ... agar waktu juga membuat kita berharga. Kata seorang penyair,"Waktu itu sangat berharga, maka janganlah engkau habiskan waktu untuk sesuatu yg tidak berharga."

Semoga bermanfaat 😊🌺

*Ummi Ghazaa

SHARING: Ibu Terbaik.

Beberapa waktu yg lalu, saya mendapati ada postingan tentang Ibu yg Baik. Dan saya jadi terinspirasi untuk menulis tentang Ibu yg Terbaik.
Sebetulnya kita tidak perlu memperdebatkan tentang hal ini, karena setiap pilihan adalah yg terbaik bagi si pemilih. Kita sebagai orang yg mengetahui pilihan tersebut, cukup mendoakan bahwa mudah2an itu yg terbaik dari Allah untuknya.

Konon,
Ibu yg baik adalah Ibu yang menyusui anaknya dg Full ASI.
Namun, Ibu yg dengan suatu alasan memberikan anaknya susu formula juga adalah Ibu yg baik.

Konon,
Ibu yg baik adalah Ibu yg di rumah saja dan mengasuh anaknya sendiri.
Namun, Ibu yg dengan alasan syar'i pergi bekerja kemudian menitipkan anaknya pada orang lain juga adalah Ibu yg baik.

Konon,
Ibu yg baik adalah Ibu yg tidak mengimunisasi anaknya.
Namun, Ibu yg dengan alasan pasti memberikan anaknya imunisasi lengkap juga adalah Ibu yg baik.
Dan masih banyak lagi yg lainnya.

Tapi bagi saya, Ibu yg Terbaik adalah Ibu yg pantang menyerah menghantarkan anaknya untuk mencintai Rabb dan Rasulnya.
Bagaimanapun setiap Ibu pasti ingin mempunyai anak yg soleh dan berakhlak mulia. Seorang Ibu akan menjadi sempurna jika Ia benar2 Ikhlas mendidik anaknya karena Allah. Itu saja ...
Semoga kita semua menjadi Ibu yg Terbaik karena Allah. Amin 🌺

*Ummi Ghazaa

SHARING: Bermanfaat bagi sesama.


 
Seorang lelaki mendatangi Nabi SAW dan berkata,"Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Alah dan amal apakah yang paling dicintai Allah." Rasulullah SAW menjawab,"Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Adapun amal yang paling dicintai Allah adalah memasukkan rasa bahagia ke dalam hati seorang muslim, atau engkau menghilangkan sesuatu kesulitan (darinya), atau engkau melunasi utangnya, atau menghilangkan kelaparan.

Sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menunaikan) kebutuhannya lebih aku sukai daripada beri'tikaf di masjidku ini (Masjid Nabawi) selama satu bulan.

Dan siapa yang menghentikan amarahnya, niscaya Allah akan menutupi kekurangannya. Dan, siapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya, niscaya Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada Hari Kiamat. Dan, siapa berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu, niscaya Allah akan meneguhkan kakinya pada hari ketika tidak bergemingnya kaki2 (Hari Perhitungan)."(HR Thabrani dari Abdullah bin Umar)

Hadits ini seharusnya membuat kita semakin kuat dalam berazzam untuk membantu siapapun di sekeliling kita yang membutuhkan bantuan. Sekecil apapun bantuan kita dan itu mendatangkan manfaat bagi orang lain, insya Allah tidak akan sia2 dan pasti akan sangat berguna untuk menolong diri kita sendiri di akhirat kelak.

Semoga bermanfaat 🌺

*Ummi Ghazaa

SHARING: Meremehkan kebaikan.

"Tidak ada balasan atas kebaikan kecuali kebaikan (pula)"(QS Ar Rahman:60)
 
Ketika kita renungkan ayat ini, mungkin akan membuat kita termotivasi agar lebih rajin beramal saleh. Karena memang janji Allah pasti. Tak kan ada kebaikan yg tak berbalik ke pelaku asalnya. Dan balasan terbaik dan terbesar dari Allah untuk hambaNya yg berbuat kebaikan adalah keridhoanNya. 
 
Ustadz Said Hawwa dalam Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus menuliskan,"Balasa tertinggi dari kebaikan adalah keridhaan Allah Ta'ala kepada hambaNya, yaitu sebagai balasan atas keridhaan sang hamba kepada Rabb nya yg terwujud dalam iman dan amal saleh."
 
Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan kebaikan sekecil apapun itu. Mungkin bagi kita ada kebaikan yg kadang kita anggap remeh. Namun bisa saja nilainya sangat Agung dihadapan Allah. 
 
Ada nasehat menarik oleh Syaikh Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Nashaihul 'Ibad:
1. Meremehkan ulama, rugi urusan agama.
2. Meremehkan penguasa, rugi urusan dunia.
3. Meremehkan tetangga, rugi banyak hal yg diperlukan.
4. Meremehkan kerabat, rugi urusan kasih sayang.
5. Meremehkan Istri/Suami, rugi urusan kenikmatan hidup.
 
Maka dari itu,berbuat baiklah ... meski hanya tersenyum. Karena berjuta senyuman akan kau temukan sedang menyapamu.
Semoga bermanfaat.

*Ummi Ghazaa

SHARING: Sedekah diam2.

Dahulu kala, penduduk Madinah hidupndan tidak tau dari mana mereka mendapatkan jatah makanan. Ketika Ali bin Husain ra meninggal dunia, mereka kehilangan apa yg biasanya mereka terima di malam hari. Mengapa demikian? 
 
Amru bin Tsabit berkata, "Ketika Ali bin Husain meninggal dunia, orang2 memandikannya dan melihat ada bekas kehitam2an di punggungnya. Mereka bertanya2 bekas apakah ini? Maka ada sebagian yg menjawab,'Itu bekas dia memikul kantong gandum yg dia bawa pada malam hari untuk diberikan kepada orang2 fakir Madinah'."
 
Abu Hamzah Ats Tsimali pun mengungkapkan,"Salah satu kebiasaan Ali bin Husain adalah memikul sekantong roti pada malam hari, lalu dia menyedekahkannya. Kala itu dia berkata,"Sesungguhnya sedekah secara diam2 dapat memadamkan kemarahan Allah Azza wa Jalla."
 
Maka kita pun mendapati dalam salah satu bait doanya,"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu, jangan sampai Engkau perbagus penampilan lahiriahku di hadapan semua orang sementara Engkau perburuk batinku. Ya Allah, sesungguhnya aku telah berbuat jahat kepadaMu, akan tetapi Engkau senantiasa berbuat baik kepadaku. Maka ketika aku kembali berbuat jahat kepadaMu, perlakukanlah diriku dengan baik."(Ibnul Jauzi dalam Shifatus Shafwah)
 
Bergetar hati ini mendengar cerita Ali bin Husain ra. Beliau bersedekah hingga tak seorangpun tau ... Mudah2an kita termasuk orang yang menyembunyikan kebaikan sekecil apapun itu. Karena penilaian manusia tidaklah penting. Yang penting itu adalah penilaian Allah. Dan Allah tak pernah salah dalam menilai hambaNya.
😭😭😭
 
*Ummi Ghazaa