Snow

Rabu, 24 Februari 2016

SHARING: Menyibukkan diri untuk akhirat.


Janganlah engkau menyibukkan diri terhadap sesuatu yang sudah dijanjikan Allah dan melupakan sesuatu yang belum ada jaminan engkau peroleh. Allah telah mejamin rizki setiap makhluknya. Tapi Allah tidak pernah menjanjikan surga pada seseorang hambaNya. Menyibukkan diri dengan hal2 duniawi dengan melupakan akhirat adalah bentuk mengejar sesuatu yang sudah ditentukan untuk kita tetapi melupakan hal yang belum tentu kita peroleh. 

Pagi2 semangat berbuat kebaikan sekecil apapun itu 😊 Semangat ... πŸ’ͺ

*Ummi Ghazaa

SHARING: Menghadapi ujian Allah dengan kesabaran.


Hakikat kehidupan adalah ujian/cobaan.

Allah menguji kita tidak hanya dengan kesukaran tapi juga dengan kemudahan. Jika kita didatangi kesulitan,kita akan sangat mudah untuk mengatakan bahwa kita sedang diuji Allah. Tapi sebaliknya. Disaat kita mendapatkan begitu banyak ni'mat dari Allah, kita lupa bahwa itu juga adalah ujian dari Allah. Allah menguji kita ... apakah kita akan bersyukur padaNya atau tidak.

Ketika kita tidak mempunyai uang,kita katakan itu ujian.
Ketika kita mempunyai suami/istri yang kurang taat, kita katakan itu ujian.
Ketika kita dihina orang lain karena kita miskin, kita katakan itu ujian.
Ketika kita mempunyai anak yang susah diatur, kita katakan itu ujian.
Dan masih banyak contoh yang lainnya.

Namun disaat kita dipuji orang lain dengan kata Cantik, Kaya, Penuh Kasih dan lain2, kita lupa bahwa itu juga termasuk ujian Allah. Kita diuji olehNya. Apakah kita akan membusungkan dada karena pujian2 itu atau justru terus menerus melafalkan istighfar karena takut berpenyakit hati (ujub).

Apapun yang menimpa diri kita, yang berupa ujian dari Allah, hendaknya kita hadapi dengan bersabar yang beriringan dengan dzikir. Baik yang berupa kesulitan maupun kemudahan. Baik yang berupa musibah maupun kenikmatan. 

Khususnya jika musibah yang menghampiri kita. Bersabarlah ... Berdzikirlah ... Dan jadikan itu sebagai penggugur dosa2 kita yang telah lalu. Allah Maha Pemaaf. Dan mungkin Ia mendatangkan hal tersebut memang untuk menunjukkan betapa Ia menyayangi hambaNya. 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra Bahwa Rasulullah SAW bersabda "Allah akan senantiasa menguji seorang mukmin dengan ujian atas dirinya dan anak2nya dan hartanya sehingga tidak tersisa dosa pada dirinya saat bertemu Allah." (HR Tirmidzi, Hadits Hasan Sohih)

*Ummi Ghazaa

SHARING: Doa orang yang terdzalimi.



Pernah merasa terdzalimi? Mari kita coba berkaca, apa yang sering kita lakukan jika sedang didzalimi orang? Apakah kita mengutuki orang yang telah mendzalimi kita? Mengumpat2 kepadanya dengan kata2 kasar? Bahkan membalas kedzaliman orang tersebut? Atau justru malah memberikan senyum kepada orang yang menyakiti kita?

Memberikan senyum? Kepada orang yang udah jahatin kita? Berattt ... tapi yakinlah bahwa Allah mempunyai balasan2 terbaik untuk orang2 yang sudah dzalim terhadap yang lainnya. Tugas kita hanya memohon kepada Allah agar semuanya akan mendatangkan kebaikan. Kita bisa mendoakan orang tersebut agar tidak lagi berlaku dzalim terhadap orang lain. Dan kita sekaligus bisa berdoa untuk kebaikan kita sendiri. Bukankah doa orang yang terdzalimi urung tertolak?

Sebagai contoh,misalnya ada pedagang yang mengalami Hit n Run dalam bisnisnya. Ada orang yang berkata sudah positif akan membeli barangnya sehingga barang tersebut tidak diberikan kepada orang lain. Namun pada akhirnya ia bilang pesanan barangnya dibatalkan saja dengan sebegitu santainya. Pakai jurus delcont semuanya selesai. Pada awalnya si pedagang merasa bahwa itu sebuah bentuk kedzaliman yang luar biasa, namun teryata tidak semua orang yang berbuat seperti itu paham bahwa ia sedang berbuat dzalim kepada si pedagang. Akhirnya ... memakai jurus Tarik Napas-Istighfar-Senyum-Menyabarkan Diri-Berdoa agar diganti Allah dengan keuntungan yang berlipat ganda. Insya Allah tidak akan begitu berat jika ada orang yang dzalim seperti itu lagi. Karena pasti diganti Allah dengan berlipat2 kebaikan. Intinya adalah Doa. Doa ... Doa yang terbaik ... pada saat kita merasa didzalimi.
Semangat mencari rizki ...πŸ’ͺπŸ˜„

*Ummi Ghazaa 

SHARING: Melepaskan energi negatif sebelum tidur.


Malaikat maut selalu mengiringi kita. Senantiasa siaga untuk mencabut nyawa. Ketepatan waktu yang diberikan Allah kepadanya tak kan tersia. Usia kita adalah rahasiaNya. Tugas kita adalah bagaimana menyiapkan segalanya sebelum waktunya tiba. 

Kita tidak boleh kePDan bahwa usia kita sepanjang apa yang kita pikirkan atau bayangkan. Oleh karena itu, salah satu hal yang harus kita siapkan untuk menghadapi malaikat Izrail adalah amalan. Tentu saja amalan yang baik. Sebagai contoh antara lain meminta maaf kepada orang2 yang sengaja atau tidak telah kita sakiti dan memaafkan orang2 yang telah menyakiti kita. Tarik napas dalam2 ... Lepaskan ... Banyak2 istighfar ... 

Jangan sampai kita tidur membawa dendam. Andai malam itu adalah malam terakhir kita, kita tidak bisa kembali untuk menyesalinya saat kita membawa keburukan dalam ajal. 

Lepaskan ... Lepaskan Amarah .. Lepaskan dendam ...

Pun kalau kita harus melepaskan semua rasa itu dengan menangis ... menangislah ... asal semua rasa amarah dendam dan perasaan2 negatif lainnya luruh bersama air mata dan tak kan bisa kembali ke mata lagi. πŸ‚πŸƒ


*Ummi Ghazaa

SHARING: Maka sesudah kesulitan akan ada kemudahan.


Campur aduk rasanya ketika kehidupan kita selalu diliputi permasalahan. Tapi ya namanya orang hidup,pastilah punya masalah. Kata seorang teman,"Kalo ga mau punya masalah,ya jangan hidup. Kehidupan kan sarangnya masalah."
 
Sebanyak apapun permasalahan hidup yang kita hadapi saat ini,alangkah indahnya jika dibarengi berbaik sangka kepada Allah. Bahwa permasalahan ... ujian hidup ini ... adalah bukti kasih sayangnya kepada kita,hambaNya yang lemah. Kemudian akan sangat baik kala kita mengirinya dengan banyak2 muhasabah ... merenung ... mungkin kita sebagai si hamba kurang amalannya. Bisa jadi kurang sedekah ... kurang sholat sunnah ... kurang doa ... dan kurang2 yang lainnya.
 
Kita sering bertanya sama Allah,"Kenapa semua masalah ini Kau timpakan padaku ya Allah?". Namun kita sering lupa bertanya pada diri sendiri,"Allah memberikan masalah seperti ini kepada saya,apakah mungkin karena saya kurang berbuat baik kepada makhlukNya?Dsb".
 
Mari kita buka terjemahan QS Al Insyirah ayat 5-6. "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
 
Yakinlah bahwa diakhir setiap masalah akan ada solusi terbaik nan indah yg diberikan Allah kepada kita. Kadang kita tidak menyadarinya karena melupakan rasa syukur kita itu,namun ketika kita menguatkan iman kita,percaya bahwa Allah akan memberikan semua yang terbaik untuk kita,Insya Allah kita akan lebih kuat menghadapi segalanya.
 
Jangan pernah menyerah memohon solusi pada Allah atas setiap masalah yang kita hadapi.
Semangat ... 


*Ummi Ghazaa

SHARING: Menasehati istri dengan kelembutan.


🌾Tarian Jiwa

Merpati Betina itu dengan sangat hangat mendekap Sang Jantan. Sayapnya yang lebar dan indah ia selimutkan pada tubuh kekar disisinya. Mereka berdua memandang luasnya alam yang terbentang di depan mata mereka, sawah, sungai, rerumputan, pepohonan yang begitu hijau dan menyejukan. Dikejauhan terdengar kepakan kupu-kupu yang sedang terbang berkejaran, tiupan angin yang halus membawa semerbak aroma bunga musim semi. Dengan gagah Sang Jantan mendekatkan paruh kokohnya ke kepala Betina dan mengusapnya dengan penuh cinta.
 
"Tahukah engkau betapa sayangnya aku kepadamu?" Sang jantan berbisik.
 
"Semua yang aku lakukan selama ini hanya untuk engkau dan anak-anak kita," sambung Sang Jantan.
 
Merpati Betina itu melepaskan pelukannya, ia menatap mata kekasihnya itu sembari membenarkan arah tubuhnya lalu ia berkata,"Aku tahu, tapi sering sekali sikapmu membuatku retak, layaknya gading, aku akan terluka saat kau luruskan dengan kekuatanmu, layaknya tulang rusuk, aku akan sangat sulit dibentuk tanpa kelembutan, engkau tahu? Aku adalah tulang rusuk yang lemah, cawan yang rawan, awan tipis yang akan pecah dan sirna oleh hembusan angin yang tidak ramah, walau ... saat aku merenung engkau dan apa yang engkau katakan adalah kebenaran, namun ketahuilah sayang ... kesabaran akan mampu membentuk gading yang indah, kasih akan menjaga cawan dari keretakan hingga ia akan tatap tampil indah menyejukan hati, cinta menjadikan awan yang putih dan rapuh itu nampak bagaikan keindahan salju di musim dingin."
 
Mata Merpati Jantan itu nampak menatap tajam pasangannya, kemudian ia melebarkan sayapnya dan memeluk Betina yang anggun itu.
 
"Maafkan aku jika caraku salah. Ketegasanku bukan untuk melukaimu, lurusnya suaraku bukan untuk menangiskanmu, kuatnya genggamanku bukan untuk meremukkanmu, namun semua itu adalah cinta. Impian kebersamaan yang menembus kehidupan setelah kematian, kemesraan yang tidak hanya ada saat ini, namun sampai kita kembali ke rumah besar kita, di mana hanya ada kebahagiaan disana, dan keridhoanNya. Dan percayalah bahwa aku tidak menginginkan apapun kecuali kebaikan untuk kita," Jantan itu bersuara dengan dalam.

"Sayang.. aku tahu dan faham itu, dan tahukah engkau sehebat apapun hatiku ingin membencimu aku tidak mampu, mataku tidak pernah sanggup lama tanpa melihatmu, tubuhku akan membeku kedinginan layaknya salju tanpa kehangatan dekepanmu, darahku akan berhenti tanpa asupan oksigen dari nafasmu, dan engkau bagiku, adalah detak jantung yang tidak mungkin terpisahkan. Jika aku menanngis itu bukan karena aku benci, aku hanya ingin engkau bisa meraba betapa aku ingin terus bersamamu..." betina itu membenamkan kepalanya dalam dekapan sang jantan.
 
Mereka berdua berpelukan erat, tidak lagi terdengar kalimat keluar dari keduanya, hanya hati yang berbisik lirih saling bercerita cinta dan kerinduan, kasih sayang menjadikan mereka saling mendengar dentingan music jiwa dan mereka menari bersama.

*Ummi Ghazaa 

SHARING: Allah menutupi aib hambaNya.


Tidak ada manusia yang selalu lepas dari salah dan khilaf. Dan hal itu bisa menjadikan aib baginya. Allah selalu menutupi aib hambaNya dengan cover2 terbaik. Agar manusia lain tidak mengetahuinya. Namun kadangkala,ada manusia nya sendiri,si empunya aib,yang begitu seenaknya membuka aib dirinya sendiri di depan manusia lainnya. Padahal Allah sudah memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap hambaNya tanpa terkecuali. Kalau tidak begitu,maka akan ada manusia lain yang mencoba melebihi kapasitas Allah dalam hal per'aib'an. Manusia2 pemakan bangkai saudaranya sendiri. Membuka aib manusia lainnya dengan seenak hatinya tanpa memikirkan bahwa Tuhannya saja menutup aib hambaNya,kok sesama Hamba malah melangkahi apa yang dilakukan Tuhannya.
 
Perbuatan yang sangat amat tidak terkendali. Mungkin kadang kita semacam keceplosan,tapi cegah selalu hal2 tak terkendali tersebut dengan memperbanyak dzikir. Insya Allah akan lebih mudah menjaga lisan kita dari membuka aib sesama hamba Allah ... 😊

*Ummi Ghazaa